Anak yang Liar dan Irasional: Representasi Masyarakat Tibet sebagai Liyan pada Film Seven Years in Tibet (1997)

  • Rinandi Dinanta Universitas Indonesia
Keywords: Seven Years in Tibet, Representasi, Liyan

Abstract

Tulisan ini menguraikan bentuk-bentuk representasi atas masyarakat Tibet yang hadir melalui film Seven Years in Tibet. Proses analisis terhait hal tersebut dilakukan dengan berpijak pada posisi masyarakat Tibet, yang dalam konteks produksi serta distribusi film, merupakan pihak liyan (other). Masyarakat Tibet dalam Seven Years in Tibet kemudian hadir melalui berbagai macam potret yang cenderung timpang. Masyarakat Tibet hadir dalam film sebagai sosok anak bagi Barat. Hal tersebut dapat terlihat melalui relasi antartokoh antara Heinrich Harrer dan Dalai Lama. Melalui berbagai adegan serta penokohan, masyarakat Tibet juga hadir sebagai kelompok yang berkerumun dan liar. Penggambaran atas masyarakat Tibet dihadirkan melalui tokoh-tokoh yang tampak tidak berakal dan mudah dikelabuhi. Akhirnya, masyarakat Tibet dihadirkan dalam film sebagai masyarakat yang irasional. Hal ini dimunculkan dalam film melalui penggambaran yang cenderung paradoks terkait spiritualitas Tibet.

How to Cite
Dinanta, R. (1). Anak yang Liar dan Irasional: Representasi Masyarakat Tibet sebagai Liyan pada Film Seven Years in Tibet (1997). Jurnal Seni Nasional Cikini, 2(2), 29-43. https://doi.org/10.52969/jsnc.v2i2.53