Gerakan “Tjergam Medan” dalam Wacana “ Kepribadian Nasional”

  • Iwan Gunawan Institut Kesenian Jakarta
Keywords: Cergam, Kebudayaan Nasional, Polemik Kebudayaan, Wacana

Abstract

Komik Indonesia di tahun 1950-an disebut dengan istilah “Tjergam” (Cergam). Pada masa itu, industri cergam menjanjikan suatu keuntungan yang besar. Secara umum, baik penerbitan cergam, baik di Medan maupun Jawa Barat, bersiasat memanfaatkan genre yang populer di dunia. Tekanan pemerintah, visi Presiden Soekarno tentang nasionalisme dalam kebudayaan Indonesia membuat penerbit mencari lokalitas. Mengadaptasi cergam-cergam bergenre “universal” dengan mengganti tokoh-tokoh dan latar dengan karakter dan nuansa Indonesia, dirasa belum cukup. Penerbitan Medan kemudian menerbitkan cergam-cergam, yang bukan hanya mengadaptasi cerita rakyat, namun cerita-cerita baru roman, petualangan, dan aksi yang dibungkus dengan latar serta tokoh yang mengesankan suatu cerita rakyat. Mereka secara naluriah mengikuti kecenderungan genre universal, yang akan memudahkan menjadi populer. Sementara itu, pemerintah menciptakan suatu arah kebijakan yang justru membuat para kreator Cergam Medan menjadi lebih kreatif, menjiwai semangat nasionalisme yang saat itu meliputi Indonesia, dengan mendeklarasikan istilah “Tjergam” (Cergam) sebagai istilah untuk identitas Komik Indonesia, dan menjadikannya sebagai titik bertahan dari budaya asing.

 

 

Author Biography

Iwan Gunawan, Institut Kesenian Jakarta

Iwan Gunawan, alumnus Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta, Magister di Kajian Wilayah Amerika dan Doktoral di program Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Selain mengerjakan desain dan gambar, meneliti dan menulis tentang komik, ilustrasi, dan tema lain yang terkait dengan naratif visual, Ia mengajar di Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta dan Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta.

Google Scholar : https://scholar.google.co.id/citations?user=HcipOfsAAAAJ&hl=en

SINTA : https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/detail?id=6081242&view=overview

References

Alam, Wawan Tunggul, SH. (2001). Bung Karno: Demokrasi Terpimpin Milik Rakyat Indonesia. Jakarta: Gramedia

Balai Pustaka. (1964). Kebudajaan dan Pendidikan Nasional: Pola Pembangunan Nasional Semesta Berentjana. Jakarta: P.N. Balai Pustaka

Bertens, K. (1985). Filsafat Barat Abad XX. Jakarta: Gramedia.

Bonneff, Marcell. (1997). Komik Indonesia. Jakarta: Gramedia

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS

Foulcher, Keith. (2021). Komitmen Sosial dalam Sastra dan Seni: Sejarah Lekra 1950-1965. Bandung: Pustaka Pias

Ismono, Henry. (2016). Lintasan Cergam Medan. Jakarta: Kelompok Kaji Cergam

Lindsey, Jennifer, Maya H.T. Liem (ed.) (2001). Ahli Waris Budaya Dunia: Menjadi Indonesia 1950-1965. Jakarta: KITLV

Lubis, Koko Hendri. (2021) Zam Nuldyn: Menemukan (Kembali) Nusantara. Jakarta: Creativ Media.

Madjelis Luhur Persatuan Taman Siswa. (1967) Karja Ki Hadjar Dewantara, bagian Kedua: Kebudayaan. Yogyakarta.

Soyomukti, Nurani. (2020). Soekarno: Visi Kebudayaan & Revolusi Indonesia. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Thomas, P.L. (29 November 2011). Adventures in Genre!: Rethinking Genre Through Comics/Graphic Novels (pdf). Journal of Graphic Novels and Comics. London: Routledge.

Yuliantri, Rhoma Dwi Aria, Muhidin M. Dahlan. (2008). Lekra tak Membakar Buku. Yogyakarta: Merakesumba.

Published
2021-12-22
How to Cite
Iwan Gunawan. (2021). Gerakan “Tjergam Medan” dalam Wacana “ Kepribadian Nasional”. Jurnal Seni Nasional Cikini, 7(2), 105-128. https://doi.org/10.52969/jsnc.v7i2.138